Format Daftar Nilai Kurikulum Merdeka Jenjang SMP SD Update Terbaru 2026

Format Daftar Nilai Kurikulum Merdeka Jenjang SMP SD Update Terbaru 2026 implementasi Kurikulum Merdeka telah menjadi standar utama bagi sistem pendidikan di Indonesia. Bagi tenaga pendidik, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran, salah satu tugas administrasi yang paling krusial dan membutuhkan ketelitian ekstra adalah penyusunan daftar nilai.

Format daftar nilai Kurikulum Merdeka jenjang SMP SD update terbaru 2026 membawa berbagai penyesuaian penting yang fokus pada penilaian holistik, mencakup asesmen formatif, sumatif, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Artikel ini akan mengupas tuntas panduan lengkap, struktur, serta cara menyusun format daftar nilai Kurikulum Merdeka Excel yang paling efektif untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kami juga akan menyertakan ragam kata kunci turunan seperti panduan penilaian Kurikulum Merdeka 2026, aplikasi nilai Kurikulum Merdeka, hingga pemahaman tentang Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) agar pemahaman Bapak/Ibu guru semakin komprehensif.

Mengapa Format Daftar Nilai Kurikulum Merdeka Berbeda?

Sebelum kita masuk ke teknis pembuatan format daftar nilai Kurikulum Merdeka jenjang SD 2026 maupun SMP, sangat penting untuk memahami filosofi perubahannya. Pada kurikulum terdahulu (Kurikulum 2013), penilaian sangat menitikberatkan pada angka yang didapat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Di Kurikulum Merdeka update 2026, paradigma tersebut bergeser. Asesmen tidak sekadar melabeli siswa dengan angka, melainkan memetakan perkembangan kompetensi siswa melalui narasi atau deskripsi. Oleh karena itu, sebuah format daftar nilai yang baik tidak hanya terdiri dari deretan angka rata-rata, melainkan memuat Tujuan Pembelajaran (TP) yang dicapai siswa.

Pendidik dituntut untuk menggunakan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menggunakan pendekatan rubrik, interval nilai, atau deskripsi kriteria. Format penilaian harus mampu mengakomodasi:

  1. Asesmen Formatif: Penilaian saat proses pembelajaran berlangsung untuk perbaikan (tidak masuk ke nilai akhir rapor).
  2. Asesmen Sumatif: Penilaian pada akhir lingkup materi atau akhir semester (menjadi dasar nilai rapor).

Perbedaan Format Daftar Nilai Kurikulum Merdeka Jenjang SD dan SMP

Meski secara prinsip evaluasinya sama, penerapan teknis format daftar nilai Kurikulum Merdeka jenjang SMP SD memiliki beberapa distingsi yang disesuaikan dengan karakteristik fase perkembangan peserta didik.

1. Format Penilaian Jenjang SD (Fase A, B, dan C)

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), penerapan kurikulum dibagi menjadi tiga fase: Fase A (Kelas 1-2), Fase B (Kelas 3-4), dan Fase C (Kelas 5-6).

Ciri khas dari format daftar nilai Kurikulum Merdeka SD 2026 adalah fleksibilitasnya. Guru kelas memegang peran utama dalam mendokumentasikan nilai. Meskipun mata pelajaran sudah dipisah (tidak sepenuhnya tematik seperti K13), format Excel yang digunakan oleh guru kelas SD biasanya direkap ke dalam satu workbook yang memuat seluruh mata pelajaran utama, seperti Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, IPAS (mulai Fase B), dan Seni Budaya.

Komponen yang wajib ada di buku nilai SD:

  • Capaian Pembelajaran (CP) yang di-breakdown menjadi Tujuan Pembelajaran (TP).
  • Catatan Anekdotal (Anecdotal Record) yang sangat disarankan untuk anak usia dini dan fase awal SD guna mencatat perkembangan psikologis dan motorik.
  • Bentuk penilaian sumatif yang lebih bervariasi, tidak sekadar tes tertulis, namun sangat ditekankan pada kinerja dan unjuk karya.

2. Format Penilaian Jenjang SMP (Fase D)

Untuk jenjang SMP yang berada di Fase D (Kelas 7, 8, dan 9), sistem penilaian dilakukan oleh masing-masing Guru Mata Pelajaran (Guru Mapel).

Format daftar nilai Kurikulum Merdeka jenjang SMP menuntut setiap guru mapel memiliki buku rekap nilai yang sangat spesifik terhadap bidang studinya. Karena materi lebih kompleks, instrumen asesmen yang dimasukkan ke dalam format excel biasanya lebih banyak memuat asesmen sumatif lingkup materi (dulu dikenal dengan ulangan harian) dan sumatif akhir semester (SAS).

Selain itu, karena di jenjang SMP siswa mulai diarahkan untuk berpikir kritis dan analitis, rubrik penilaian kinerja, presentasi, dan portofolio harus termuat dengan jelas pada kolom penilaian Excel.

Komponen Esensial dalam Format Daftar Nilai Kurikulum Merdeka Excel

Untuk memudahkan pekerjaan, sebagian besar guru menggunakan aplikasi spreadsheet atau Microsoft Excel. Sebuah format daftar nilai Kurikulum Merdeka Excel yang valid dan sesuai panduan 2026 wajib memiliki elemen-elemen berikut:

A. Identitas Kelas dan Mata Pelajaran

Bagian header harus dengan jelas mencantumkan:

  • Nama Sekolah
  • Tahun Pelajaran (Misal: 2025/2026)
  • Fase dan Kelas (Misal: Fase D / Kelas VIII)
  • Mata Pelajaran
  • Nama Guru Pengampu

B. Pemetaan Tujuan Pembelajaran (TP)

Berbeda dengan format lama yang menggunakan Kompetensi Dasar (KD), format terbaru mengharuskan guru menuliskan kode atau ringkasan Tujuan Pembelajaran (TP). Misalnya:

  • TP 1: Menganalisis struktur teks argumentasi.
  • TP 2: Menulis teks argumentasi berdasarkan fakta. Kolom TP ini krusial karena akan otomatis ditarik untuk menjadi Deskripsi Ketercapaian Kompetensi di e-Rapor.

C. Kolom Asesmen Formatif

Meski nilai formatif tidak dihitung sebagai nilai akhir rapor, Kemdikbudristek (berdasarkan panduan penilaian Kurikulum Merdeka terbaru) menyarankan guru untuk tetap mendokumentasikannya. Tujuannya? Sebagai rekam jejak (tracking) untuk memberikan intervensi apabila ada siswa yang tertinggal sebelum tes sumatif dilakukan. Bentuk penilaian formatif bisa berupa: observasi, kuis singkat, atau penilaian diri (self-assessment).

D. Kolom Asesmen Sumatif (Lingkup Materi & Akhir Semester)

Inilah yang akan diolah menjadi nilai rapor rapor Kurikulum Merdeka 2026. Tabel dalam format nilai ini dibagi menjadi:

  1. Sumatif Lingkup Materi: Diambil setiap selesai satu tujuan pembelajaran atau satu bab. Apabila ada 4 TP dalam satu semester, maka akan ada kolom Sumatif 1, Sumatif 2, Sumatif 3, dan Sumatif 4.
  2. Sumatif Akhir Semester (SAS): Opsional sesuai kebijakan satuan pendidikan, namun umumnya masih dilakukan. SAS mengukur pemahaman siswa secara komprehensif dari awal hingga akhir semester.

E. Rumus Pengolahan Nilai Akhir (NA)

Dalam format aplikasi nilai Kurikulum Merdeka berbasis Excel, Nilai Akhir (NA) biasanya dihitung berdasarkan rata-rata nilai Sumatif Lingkup Materi yang dibobotkan dengan Nilai Sumatif Akhir Semester. Guru diberikan keleluasaan meramu bobot, misalnya 60% Sumatif Materi dan 40% SAS.

F. Deskripsi Otomatis (Capaian Tertinggi dan Terendah)

Inilah yang membuat format Excel Kurmer sangat membantu. Nilai tertinggi dari TP tertentu akan memunculkan deskripsi positif (contoh: “Sangat mahir dalam menganalisis struktur teks argumentasi”), sedangkan nilai terendah akan memunculkan deskripsi perlunya bimbingan (contoh: “Perlu bimbingan dalam menulis teks argumentasi berdasarkan fakta”).

Penggunaan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) 2026

Salah satu pembaruan krusial dalam panduan penilaian Kurikulum Merdeka 2026 adalah pendalaman konsep KKTP. Pendidik tidak lagi mengejar angka KKM homogen (misal: semua mapel KKM 75). KKTP menunjukkan sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Ada tiga pendekatan KKTP yang bisa disisipkan dalam blangko nilai Anda:

  1. Pendekatan Rubrik: Guru menyusun kriteria berskala seperti: Baru Berkembang, Layak, Cakap, dan Mahir.
  2. Pendekatan Ceklis: Menggunakan kriteria Ya / Tidak atau Memadai / Tidak Memadai pada indikator tujuan pembelajaran.
  3. Pendekatan Interval Nilai: Mengonversi persentase ketercapaian menjadi rentang angka. Contoh interval yang banyak digunakan tahun 2026:
    • 0% – 40% : Belum Mencapai (Perlu Remedial di seluruh bagian)
    • 41% – 60% : Belum Mencapai Ketuntasan (Remedial pada bagian tertentu)
    • 61% – 80% : Sudah Mencapai (Paham sebagian besar)
    • 81% – 100% : Sangat Baik (Mahir, dapat diberikan pengayaan)

Saat merancang format daftar nilai kurikulum merdeka jenjang SMP maupun SD, menyematkan interval ini di kolom keterangan (Remarks) akan sangat memudahkan guru dalam menjustifikasi tindak lanjut (remedial/pengayaan).

Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Tidak lengkap rasanya membahas nilai tanpa menyentuh P5. Berbeda dengan intrakurikuler (mata pelajaran), rapor P5 bersifat kualitatif dan diberikan minimal satu kali dalam setahun. Daftar nilai untuk P5 wajib dibuat terpisah dari nilai akademik.

Format buku nilai P5 2026 berfokus pada dimensi, elemen, dan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila (contoh: Bergotong royong, Bernalar kritis, Kreatif). Skor penilaian yang dicantumkan dalam format Excel P5 bukan angka 1-100, melainkan singkatan dari tingkat perkembangan:

  • BB (Belum Berkembang)
  • MB (Mulai Berkembang)
  • BSH (Berkembang Sesuai Harapan) – Ini adalah target minimal standar.
  • SB (Sangat Berkembang)

Dalam daftar nilai Kurikulum Merdeka SD 2026, fasilitator proyek (guru) harus memastikan proses observasi dilakukan secara kontinyu selama pelaksanaan tema proyek (misal: tema Gaya Hidup Berkelanjutan).

Langkah Praktis Membuat Format Penilaian Sendiri di Excel

Jika Anda tidak ingin mengunduh aplikasi pihak ketiga dan ingin membangun format daftar nilai Kurikulum Merdeka Excel dari nol, ikuti tahapan sederhana berikut:

  1. Buka Workbook Baru: Buat Sheet pertama dan beri nama DATA SISWA. Masukkan Nomor Urut, NIS, NISN, Nama Lengkap, dan Jenis Kelamin.
  2. Buat Sheet ‘Tujuan Pembelajaran’: Daftarkan semua TP yang akan dicapai dalam 1 semester beserta ringkasan materinya (maksimal 60 karakter agar bagus di rapor).
  3. Buat Sheet ‘Nilai Formatif’: Tarik data nama siswa dari Sheet 1 menggunakan rumus ='DATA SISWA'!D5. Buat kolom observasi, penugasan, dan kuis.
  4. Buat Sheet ‘Nilai Sumatif’: Ini adalah sheet paling penting. Buat kolom untuk Sumatif 1 (berkaitan dengan TP 1), Sumatif 2, dst. Kemudian tambahkan kolom rata-rata Sumatif Lingkup Materi menggunakan rumus =AVERAGE(...).
  5. Tambahkan Kolom SAS: Jika ada ulangan semester, masukkan di sebelahnya.
  6. Sheet ‘Rekap & Deskripsi’: Gunakan rumus gabungan =IF dan =MAX / =MIN untuk mencari nilai tertinggi dan terendah guna mengotomatisasi penyusunan narasi rapor. Rumus seperti =VLOOKUP sangat berguna di sini untuk mencocokkan skor dengan deskripsi TP.

Kesalahan Umum dalam Mengisi Daftar Nilai Kurikulum Merdeka

Sebagai bahan refleksi di tahun 2026, berikut adalah beberapa kesalahan teknis dan pedagogis yang kerap terjadi dalam pengelolaan nilai yang harus dihindari oleh guru SD dan SMP:

  • Menggabungkan Nilai Formatif ke dalam Rapor Akhir: Masih banyak pendidik yang merata-ratakan nilai formatif (tugas harian) dengan nilai sumatif (ulangan bab). Ini menyalahi pedoman; formatif murni untuk pemantauan dan umpan balik (feedback).
  • Deskripsi Rapor yang Terlalu Panjang dan Sulit Dipahami: Deskripsi haruslah ringkas, to-the-point, dan memotivasi. Penggunaan bahasa yang terlalu rumit dari CP sering kali membuat orang tua siswa kebingungan. Gunakan kalimat turunan dari TP yang dipersonalisasi.
  • Tidak Menyertakan Bukti Anekdotal: Terutama bagi guru SD jenjang bawah (Fase A), bergantung semata pada tes tertulis sangat tidak direkomendasikan. Kemampuan calistung (membaca, menulis, berhitung) harus diukur juga melalui observasi kinerja dan interaksi lisan.
  • Menggunakan KKTP Angka Tunggal (KKM Gaya Lama): Memaksakan angka ’75’ sebagai standar ketuntasan semua hal, mengabaikan fakta bahwa diferensiasi siswa adalah roh dari Kurikulum Merdeka.

Kesimpulan

Menyongsong penerapan optimalisasi pendidikan, format daftar nilai Kurikulum Merdeka jenjang SMP SD update terbaru 2026 dirancang bukan untuk membebani guru secara administratif, melainkan untuk memberikan peta jalan yang jelas terhadap kapabilitas nyata setiap siswa. Mulai dari pemisahan nilai asesmen formatif dan sumatif, hingga perumusan KKTP berbasis interval dan rubrik, semuanya berujung pada rapor yang lebih deskriptif, humanis, dan berpusat pada anak.

Bapak/Ibu guru sangat dianjurkan untuk memanfaatkan aplikasi atau template spreadsheet berbasis Excel yang telah memuat formula otomatis (seperti VLOOKUP deskripsi) agar waktu yang dimiliki dapat lebih banyak dialokasikan untuk merancang pembelajaran yang inovatif di dalam kelas, bukan sekadar terjebak dalam rekapitulasi data.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah nilai P5 (Projek) masuk ke dalam hitungan peringkat atau nilai rata-rata akademik? Tidak. Penilaian intrakurikuler dan kokurikuler (P5) dipisah secara mutlak. Rapor akademik (nilai mata pelajaran) dan rapor proyek cetaknya pun terpisah. P5 sama sekali tidak mempengaruhi nilai rata-rata akademik maupun kenaikan kelas berbasis angka.

2. Di mana saya bisa mendownload format daftar nilai Kurikulum Merdeka Excel yang resmi? Pemerintah (Kemdikbudristek) tidak merilis satu “format Excel baku” yang wajib dipakai secara nasional. Pendidik diberikan kemerdekaan untuk menyusun format penilaiannya sendiri sesuai dengan modul ajar. Namun, Anda bisa merujuk pada Panduan Penilaian Kurikulum Merdeka resmi di Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk menyesuaikan struktur kolom-kolom penilaiannya.

3. Apakah Sumatif Akhir Semester (SAS) di tahun 2026 masih wajib diadakan? Sesuai revisi dan fleksibilitas kurikulum, ujian akhir (SAS) tidak diwajibkan jika satuan pendidikan merasa data nilai dari ‘Sumatif Lingkup Materi’ sepanjang semester sudah cukup kuat untuk mengukur capaian peserta didik. Keputusan ada pada dewan guru dan kepala sekolah.

4. Bolehkah menggunakan KKM di Kurikulum Merdeka jenjang SMP/SD? Istilah KKM sudah tidak digunakan, diganti dengan KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). Pendekatannya tidak harus berupa satu angka mutlak, melainkan sebaiknya menggunakan rubrik atau interval (misalnya 61-80% sudah masuk kategori cakap) guna merepresentasikan variasi kompetensi siswa secara lebih adil.